Panti Asuhan Nurul Abyadh Online

Juli 14, 2008

Islam Dan Pendidikan Anak

Diarsipkan di bawah: Artikel Islam — abdulcholik83 @ 8:30 pm

Islam Dan Pendidikan Anak


By ide - Posted on 25 June 2004

Sabda Rasul SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.(HR. Bukhari).

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul “agenda persoalan” baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya.

(lagi…)

Pendidikan anak secara Islami

Diarsipkan di bawah: Artikel Islam — abdulcholik83 @ 8:25 pm

Pendidikan anak secara Islami

Mungkin kita pernah mendengar peribahasa Jawa yang berbunyi, “Kacang ora ninggal lanjaran” atau “Air mata tak akan jatuh jauh dari pipi”. Peribahasa tersebut memberikan pengertian bahwa sifat, tindak tanduk dan karakter seorang anak tidak akan jauh berbeda dari dan perilaku orang tuanya. Rasulullah bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang kemudian menjadikannya Yahudi atau Nasrani.

Habib Muhammad al-Baqier Ibn Sholeh Mauladawilah pernah menyatakan bahwa segala perilaku anak merupakan ekspresi dari masa muda sang orang tua. Semua perilaku orang tua akan ditiru oleh sang anak. Sebagaimana pendapat Habib Sholeh Ibn Ahmad Alaydrus bahwa orang tua tak hanya mewariskan kecerdasan tetapi juga kelemahan dan sifat buruk pada anaknya. Oleh karena itu Habib Muhammad al-Baqier menandaskan bahwa seseorang yang mengetahui akan hal tersebut meskipun masih berusia muda muda haruslah segera bertaubat. Karena hanya dengan bertaubat yang dapat menghalangi agar sifat-sifat buruk itu tidak menurun kepada keturunannya kelak.

(lagi…)

Hak-Hak Pendidikan Anak Dalam Islam

Diarsipkan di bawah: Artikel Islam — abdulcholik83 @ 8:23 pm

Hak-Hak Pendidikan Anak Dalam Islam

Rabu, 27 Juni 2007 13:11:33 WIB

HAK-HAK PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

Oleh
Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Mahdi

Hak-hak yang harus dipenuhi supaya seorang anak muslim berada pada keadaan yang cocok untuk pendidikan Islam yang benar banyak sekali, kami akan meyebutkan di antaranya.

1. Memilih calon ibu yang baik, hal ini mengamalkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Lihatlah agama calon istri supaya engkau tidak celaka” [Muttafaqun alaihi]

2. Hendaknya kedua orang tua berdo’a dan merendahkan diri kepada Allah agar berkenan memberi rezki anak yang shalih kepada keduanya.

“Artinya : Dan orang-orang yang berkata : “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa” [Al-Furqon : 74]

“Artinya : Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a” [Ali-Imran : 38]

(lagi…)

SEPUTAR BULAN SYA’BAN (2)

Diarsipkan di bawah: Artikel Islam — abdulcholik83 @ 8:20 pm

SEPUTAR BULAN SYA’BAN (2)

Puasa pada Akhir bulan Sya’ban Telah tsabit dalam Shahihain dari ‘Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda: “Apakah engkau berpuasa pada sarar (akhir) bulan ini?” Dia berkata: “Tidak.” Maka beliau bersabda:

“Apabila engkau berbuka maka puasalah dua hari.” Dan dalam riwayat Bukhari : “Saya kira yang dimaksud adalah bulan Ramadhan.” Sementara dalam riwayat Muslim : “Apakah engkau puasa pada sarar (akhir) bulan Sya’ban?” (HR. Bukhari 4/200 dan Muslim No. 1161).

Telah terjadi ikhtilaf dalam penafsiran kata sarar dalam hadits ini,
dan yang masyhur maknanya adalah akhir bulan. Dan dikatakan sararusy syahr dengan mengkasrahkan sin atau memfathahkannya dan memfathahkannya ini yang lebih benar. Akhir bulan dinamakan sarar karena istisrarnya bulan (yakni tersembunyinya bulan).

(lagi…)

Juni 13, 2008

Banyak Zakat = Makin Kaya

Diarsipkan di bawah: Buletin Panti Asuhan Nurul Abyadh — abdulcholik83 @ 8:01 am

Banyak Zakat = Makin Kaya

 

Pernah ngga loe mikir gini : apa Bill Gates, Soros, Oprah atau siapapun yang hobinya nyumbang gede banget ngga takut miskin ya?
Mereka nyumbang jauh diatas kewajiban zakat yang hanya 2,5%. Prosentase sumbangan mereka mencapai puluhan persen dari jumlah penghasilan mereka.
Mungkin banyak diantara kita yang mikir, gile beneeer… Sementara kita aja kadang-kadang ngeluarin zakat masih suka (pura2) lupa. Ini ada sekelompok orang yang gampang banget menghambur2kan uangnya buat nolongin orang lain. Dan mungkin malah mereka ngga pernah mendengarkan tentang konsep zakat sama sekali. Jadi apa ya kira motivasinya?
Karena gue ngga kenal mereka, jadi gue akan mencoba berhusnudzhon aja. Mungkin motivasi mereka simple aja, yaitu NOLONG ORANG LAIN yang sedang dalam kesulitan. Mungkin ketika mereka lagi lunch sambil ngeliat TV, mereka jadi ngga enak makannya ketika ngeliat berita yang nanyangin tentang kelaparan di Afrika. Mungkin ketika mereka lagi naik pesawat jet pribadi, mereka jadi ngga enak perasaannya ketika mereka ngeliat berita antre minyak tanah di Indonesia.
Selain motivasi, gue lebih tertarik sama satu fakta, yaitu NGGA ADA ORANG JADI BANGKRUT GARA2 SUKA NYUMBANG. Yang ada malah mereka jadi tambah kaya. Kok bisa gitu yah??? Kayanya ngga logis banget, ngga bisa dijelaskan oleh matematika. Logika kita kan selama ini selalu ngajarin kalo kita nyumbang berarti ada kekayaan kita yang keluar. Kalo di akuntansi berarti ada pengurangan sisi aktiva. Makin banyak nyumbang berarti aktiva kita semakin berkurang dan itu ngga bagus kalo menurut itung2an logis.
Tapi kok kenyataannya orang2 beken diatas makin kaya aja ya. Mereka selalu masuk daftar orang terkaya versi majalah ekonomi. Apa rahasianya di balik fakta ini ya?
Ternyata mereka memang pantas jadi orang super kaya, karena mereka ngerti banget ilmu kekayaan itu. Mereka paham ada satu hukum yang selalu bekerja pada setiap orang, yaitu Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Hukum ini bekerja secara pasti dan konsisten seperti hukum gravitasi. Mereka ngerti banget bahwa semakin banyak harta yang mereka sumbangkan akan menarik lebih banyak lagi rezeki atau kekayaan bagi mereka. Mereka ngerti banget bahwa semakin banyak mereka menyumbang, mereka akan semakin merasakan kondisi selalu kelebihan rezeki dan menurut hukumnya nih mereka akan selalu menarik kelebihan rezeki tersebut. Bahkan kalo menurut film Kun Fayakuun kalo loe ngeluarin zakat 10% dari penghasilan loe, maka loe akan dapat rezeki 100% lagi.
So, ternyata ngga terlalu sulit ya jadi orang kaya, rahasianya cukup simpel yaitu BANYAKIN ZAKAT. Jadi mulai sekarang berlomba2lah dalam berzakat. Kalau di luar rumah loe ngeliat pengemis, anak yatim piatu, tukang becak dll buruan deh loe samperin sambil loe zakatin, karena mereka itu investasi loe baik di dunia maupun di akherat.
Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.